video

Posted in Uncategorized | Leave a comment

rumahku surga ku

RUMAHKU SURGAKU
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Majalah Alia

Siapa sih yang tidak mau memiliki rumah sendiri. Setiap kita pastinya punya keinginan untuk memiliki rumah sendiri sebagai tempat berteduh di kala hujan dan beristirahat di kala malam. Apalagi bagi mereka yang sudah menikah. Tak lengkap rasanya hidup berkeluarga kalau masih menumpang pada orang tua. Bukankah dengan menikah menjadikan mereka sebuah keluarga sendiri yang juga mestinya tinggal di rumah sendiri. Bahkan istilah hidup berumah tangga pun oleh sebagian orang diartikan sebagai hidup bersama, di rumah sendiri, dengan kondisi yang terus meningkat seperti tangga.

Namun sayangnya, harga rumah di daerah perkotaan menjadi sangat mahal seiring dengan pesatnya pembangunan bahkan sampai ke pinggiran kota. Kendala ini menyebabkan KPR menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagian besar pembelian rumah dilakukan dengan memanfaatkan kredit kepemilikan rumah yang saat ini banyak dikeluarkan oleh bank konvensional.

KPR dari bank konvensional sebenarnya bukan solusi yang ideal bagi seorang muslim, karena mau tidak mau, walau dengan alasan darurat, umat islam dengan setengah hati harus menerima kenyataan keterlibatannya dengan pinjaman yang berbunga. Dengan kenyataan seperti ini, sepertinya menggiring umat islam, teriutama keluaraga muda, hanya memiliki dua pilihan, mengorbankan idealismenya untuk hidup bersih dan halal karena mengambil pinjaman berbunga, atau sama sekali tidak memiliki rumah.

Walaupun masih terbatas, sebetulnya sudah ada pembiayaan perumahan dari bank syariah. Memang belum banyak orang tahu dan rasanya belum ada bank syariah yang gencar memasarkan produk ini. Namun kedepannya, produk ini bukan tidak mungkin menjadi produk unggulan bank syariah. Karena hampir setiap keluarga perlu yang namanya pembiayaan rumah, dan sebagian besar keluarga di Indonesia adalah muslim yang tentunya ingin tetap istiqomah dalam memiliki rumah yang sesuai dengan syariah.

Pada prakteknya, mungkin tidak akan terlihat jelas adanya perbedaan dengan KPR biasa. Intinya adalah konsumen bisa membeli rumah dengan cara mencicil kepada bank. Bedanya adalah, pada KPR konvensional, bank sebetulnya memberikan pinjaman berupa uang kepada konsumen. Dan dengan uang tersebut konsumen kemudian membeli rumah kepada developer. Sedangkan dengan sistem syariah, bank membeli rumah dari developer dan menjualnya kembali kepada konsumen, tentunya konsumen membayar rumah tersebut dengan cara mencicil. Sama-sama mencicil untuk punya rumah, namun akadnya sungguh berbeda. KPR konvensional menggunakan akad pinjaman uang yang berbunga atau riba. Sedangkan bank syariah menggunakan akad jual beli yang halal.

Contoh sederhananya begini: Developer membangun perumahan X dan menjualnya dengan harga Rp 100 juta untuk tipe 36/80. Karena tidak memiliki uang tunai sebesar Rp 100 juta, konsumen bisa mengajukan pembiayaan rumah kepada bank syariah Y agar bisa membelinya secara mencicil saja. Jika Bank syariah Y menyetujuinya, bank akan membeli rumah tersebut dari developer seharga Rp 100 juta. Bank kemudian menjualnya kembali kepada konsumen dengan harga Rp 120 juta. Dan konsumen bisa mencicil rumah seharga Rp 120 juta tersebut dalam jangka waktu 10 tahun (120 bulan) dengan membayar Rp 1 juta per bulan. Sama seperti pembelian rumah pada umumnya, tentunya akan ada juga biaya tambahan seperti biaya notaris, pajak, BPHTB, penilaian/apraisal, provisi, administrasi dan sebagainya tergantung dari kebijakan bank dan developer. Dan untuk menegaskan komitmen konsumen, bank juga bisa meminta konsumen untuk membayar uang muka atau (DP) down payment di awal.

Berbeda akad, tentunya berbeda pula konsekuensinya antara KPR konvensional dan pembiayaan rumah dari bank syariah. Pada KPR konvensional, transaksinya adalah bank meminjamkan uang kepada konsumen, dan konsumen harus mengembalikannya dengan cara mencicil pokok hutang dan ditambah dengan bunganya selama jangka waktu tertentu. Jika di tengah jalan suku bunga naik, maka cicilan yang harus dibayar juga akan naik sesuai dengan kenaikan suku bunga. Konsumen harus membayar lebih mahal dari rencana awal.

Sedangkan kalau akadnya jual beli seperti pada bank syariah, harga harus sudah ditetapkan di awal dan tidak bisa dirubah-rubah di tengah jalan. Jika bank menjual rumahnya ke konsumen dengan harga Rp 120 juta, maka konsumen hanya diharuskan membayar Rp 120 juta tanpa peduli dengan kenaikan suku bunga.

Sesuai dengan semangat jual beli dalam Islam yang menganut prinsip suka sama suka, harga jual rumah dari bank ke konsumen dan jangka waktu pelunasan sebetulnya bisa dilakukan tawar menawar sampai tercapai kesepakatan. Namun tentu saja bank syariah juga punya kebijakan penetapan harga dan jangka waktu sendiri-sendiri.

Selain kelima bank tersebut, produk pembiayaan perumahan secara syariah juga bisa diakses di BNI Syariah, BII Syariah, Bank Bukopin Syariah dan Bank Syariah Indonesia. Sehingga totalnya ada 9 bank syariah yang saat ini memiliki produk pembiayaan perumahan secara syariah.

Dan kabar baik juga datang dari BTN yang sudah dikenal selama ini sebagai bank pemerintah yang paling banyak menggelontorkan dana untuk KPR. Jika tidak ada aral melintang, tidak lama lagi BTN akan meluncurkan cabang syariahnya. Dan kabarnya pula, KPR Syariah menjadi produk andalan mereka.

Jika rencana ini terwujud, maka bukan tidak mungkin akan ada banyak dana yang dikucurkan untuk membantu masyarakat memiliki surga di dunia tanpa harus terlibat dengan riba.

Salam
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment

solut e

donlowd

jpg

Posted in Uncategorized | Leave a comment

coba

load disini

gambar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Poligami : antara hukum adat dan emosi

Seorang ustaz membacakan kitab di masjid memberitahu jemaah, Islam mengharuskan poligami. Justeru, lelaki yang berkemampuan boleh berkahwin lebih daripada satu.
Poligami : antara hukum adat dan emosi

Namun, di sebalik itu, media memaparkan pelbagai pertubuhan bukan kerajaan (NGO) terutama yang berkaitan dengan wanita membantah poligami.

Polemik antara hukum agama, adat dan emosi manusia nyata memberi kekeliruan kepada sebahagian umat Islam, apatah lagi mereka yang baru berjinak-jinak dengan Islam.

Apakah pantas hukum yang dibenarkan Allah boleh dicantas oleh mulut manusia hanya sekadar mahu membela atau menjaga hak asasi wanita?

Apakah buruk sangat poligami sehingga wanita begitu ‘jijik’ dan meluat apabila ada golongan lelaki menyebut istilah itu?

Keharusan poligami jelas terkandung dalam al-Quran tetapi segelintir umat Islam sukar menerimanya sehingga menganggap ia ‘jerat kehidupan’.

Islam satu-satunya agama di bumi yang membenarkan poligami secara bersistem manakala agama dan fahaman lain tidak, malah masyarakat bukan Islam melihatnya sebagai menindas golongan wanita.

Tetapi, hairanlah apabila membabitkan aktiviti persundalan, menyimpan wanita dan gejala sosial, ia seperti satu restu.

Poligami adalah perkataan Greek (http://en.wikipedia.org/wiki/Polygamy), merujuk kepada perkahwinan seorang lelaki dengan lebih seorang isteri dan dalam Islam, ia dibenarkan sehingga empat isteri dalam suatu masa.

“Maka berkahwinlah dengan sesiapa yang kamu berkenan dari perempuan dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu bimbang tidak dapat berlaku adil, maka (berkahwinlah dengan) seorang sahaja atau (kahwinilah) hamba-hamba perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat supaya kamu tidak melakukan kezaliman.” (Al-Quran, surah an-Nisa’: Ayat 3)

Pada zaman Jahiliyah, poligami berlaku tanpa batasan dan ketika itu lelaki mempunyai ramai isteri, malah ada yang mempunyai ratusan isteri.

“Apabila Ghailan ats-Tsaqafi memeluk Islam, dia mempunyai 10 isteri. Maka Nabi s.a.w berkata kepadanya: Pilihlah dari isteri-isterimu itu empat orang saja dan ceraikanlah yang selebihnya itu.”

Riwayat ini dikeluarkan oleh Imam Syafie, Imam Ahmad, Tarmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Abu Syaibah, Daruqutni dan Baihaqi, seperti diterangkan dalam kitab Halal dan Haram Dalam Islam, karya Dr Yusuf al-Qardawi.

Pihak yang membantah poligami perlu faham, ia hukum agama. Justeru, apabila berbicara atau memberi pendapat, mereka perlu berhati-hati.

Walaupun Islam membenarkan poligami, bukanlah bermakna ia boleh diamalkan sesuka hati, sehingga mengakibatkan kezaliman di pihak wanita.

Al-Qardawi dalam kitab terbabit menjelaskan, syarat yang ditetapkan Islam mengenai poligami ialah berlaku adil terhadap dua isterinya atau lebih dalam makan minum, pakaian, rumah, tempat tidur dan nafkahnya.

“Barangsiapa yang tidak yakin dirinya dapat menunaikan hak-hak itu, haramlah baginya berkahwin lebih dari seorang isteri,” katanya.

Menurut seorang ulama Amerika Utara, Syeikh Muhammad Nur Abdullah, poligami dibenarkan Islam dan bukannya untuk disalah guna.

“Ia hanya dibenarkan kepada sesiapa yang mampu melayani semua isterinya dengan adil dan saksama,” katanya melalui laman Islamonline.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda, maksudnya: “Barangsiapa yang mempunyai dua orang isteri, lalu dia condong kepada yang satu dari yang lain, nanti dia datang di hari kiamat dengan menyeret sebelah lambungannya dalam keadaan senget atau berat sebelah.” (Riwayat Ashabussunan, Ibnu Hibban dan Hakim)

Condong sebelah yang diancam dalam hadis itu ialah disebabkan keremehan terhadap hak isteri-isteri, bukannya kerana kecenderungan hati kepada mereka kerana kecenderungan hati tidak dikategorikan dalam keadilan.

Al-Qardawi berkata, di antara lelaki ada yang kuat keinginannya untuk mendapatkan keturunan tetapi dia dikurniakan seorang isteri yang tidak dapat melahirkan anak kerana penyakit atau mandul (tidak dapat melahirkan anak).

Justeru, lebih baik si suami berkahwin lagi kepada seorang wanita yang bakal memberikannya zuriat supaya keturunannya kekal tetapi harus mengekalkan akad isteri pertama dan menjamin haknya.

“Ada pula lelaki yang kuat keinginan gharizahnya, bergejolak nafsu seksnya, akan tetapi dia dikurniai seorang isteri yang lemah nafsunya atau menghidap penyakit atau datang haid untuk tempoh yang panjang.

“Bagaimanapun, suaminya tidak sanggup menanggung nafsu untuk bersama isterinya, apakah tidak wajar dia berkahwin dengan seorang wanita yang halal baginya daripada dia meraba wanita yang jalang dan haram buatnya,” katanya.

Menurutnya, ada ketika bilangan wanita lebih ramai daripada lelaki, seperti selepas perang dan dari itu timbul maslahat masyarakat dan wanita sendiri agar mereka lebih baik dimadukan daripada hidup tanpa kasih sayang suami.

Penceramah bebas, Ahmad Shukri Yusof, berkata masyarakat Islam jangan menolak keharusan poligami menggunakan emosi kerana ia soal hukum.

“Soal hukum tidak perlu dibincangkan dan dipolemikkan apatah lagi membabitkan emosi.

“Kita harus membincangkan bagaimana untuk berlaku adil, bukannya hanya pandai mengatakan poligami itu tidak adil,” katanya.

Bagaimanapun, beliau berpendapat tidak perlu menubuhkan kelab untuk menggalakkan poligami.

Amalan poligami adalah ubat bagi menangani masalah umat manusia. Oleh kerana kebaikan itu, Islam memutuskan ia suci.

“Dan siapa lagi yang hukumnya lebih baik daripada hukum Allah, bagi kaum yang menyakini.” (Al-Quran, surah al-Maidah:50)

Tetapi peraturan suci lagi baik inilah yang ditolak oleh Barat dan konconya, sehingga ia kelihatan janggal untuk bertapak di dalam masyarakat Islam sendiri, manakala norma yang bukan-bukan mendapat tempat pula.

Poligami dilarang di sisi undang-undang di sesetengah negara Muslim yang tidak mengamalkan undang-undang Islam dalam peraturan perkahwinan, seperti Azerbaijan, Bosnia, Tunisia dan Turki (http://en.wikipedia.org/wiki/Polygamy).

Menurut sumber itu, dalam dunia moden Islam, amalan poligami lazimnya diamalkan di negara yang mengamalkan ajaran Islam sejati seperti Arab Saudi, Timur dan Barat Afrika seperti di Sudan yang diberikan galakan oleh presiden kerana tingginya populasi wanita.

“Di antara 22 negara ahli Liga Arab, Tunisia melarang poligami. Bagaimanapun, ia tidak dipersetujui kebanyakan negara Arab yang menerima pengaruh barat dan sekular seperti Syria, Mesir, Morocco dan Lubnan.”

Posted in http://www.srikasih.co.cc/2009/08/poligami-antara-hukum-adat-dan-emosi.html | Leave a comment

Protected: tipe-tipe sahabat..

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in http://kelingkingmungil.tripod.com/id53.html | Enter your password to view comments.

Plagiarisme Dunia Akademik…

Plagiarisme Dunia Akademik

Tanpa moralitas yang baik, maka dunia akademik akan kehilangan wajah pentingnya yaitu kejujuran. Itulah yang menjadi keprihatinan kita ketika mengetahui ada 1.820 guru di Pekanbaru, Riau, melakukan tindakan menjiplak karya ilmiah ketika mengurus sertifikasi. Tindakan itu merupakan sebuah pelanggaran etika moralitas akademik.
Seakan tak percaya juga, ketika media memberitakan Guru Besar Jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Prof Dr Anak Agung Banyu Perwita (AABP), dituding menjiplak karya Carl Ungerer, seorang penulis asal Australia. AABP, yang kolumnis harian Kompas dan The Jakarta Post ini, setidaknya melakukan enam kali plagiarisme, mengutip tanpa menyebutkan referensi.
Kabar tentang plagiarisme yang dilakukan guru besar ini terkuak dari keterangan (disclaimer) editorial kolom opini The Jakarta Post yang dimuat 4 Februari 2010. Dalam keterangan disebutkan, artikel berjudul RI as A New Middle Power yang dimuat 12 November 2009, ternyata mirip dengan karya Ungerer yang berjudul The Middle Power, Concept in Australia Foreign Policy. Karya Ungerer ini telah lebih dulu dimuat di Australian Journal of Politics and History, volume 53 (Kompas, 10 Februari 2010).
Plagiarisme, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ialah penjiplakan yang melanggar hak cipta, yaitu hak seseorang atas hasil penemuannya yang dilindungi oleh undang-undang. Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Orang yang melakukan plagiat disebut plagiator atau penjiplak.
Dengan merujuk pada pengertian-pengertian di atas, maka sebenarnya hampir setiap hari kita menyaksikan plagiarisme, plagiat dan plagiator, baik yang sengaja maupun yang tidak. Para “pakar” dalam berbagai bidang ini tidak jarang melontarkan pendapat yang sebenarnya merupakan hasil penelitian atau pendapat orang lain sebelumnya untuk menganalisis atau menjelaskan suatu topik aktual di bidang tertentu. Pada umumnya mereka enggan menjelaskan bahwa analisis atau pendapat itu berasal dari orang lain, dan mereka hanya sekadar mengulangi atau meminjam pendapat tersebut.
Definisi plagiarisme di atas, kiranya sudah mendapat kesepakatan dari masyarakat akademis di seluruh dunia, baik masyarakat akademis di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang, maupun di negara berkembang seperti Indonesia. Selama ini, AS merupakan negara yang sangat ketat terhadap plagiarisme. Para plagiator akan dikenakan sanksi yang setimpal dengan perbuatannya. Kalau ada mahasiswa atau dosen yang melakukan plagiarisme, maka dirinya harus siap dikeluarkan dari sekolah atau universitasnya.
Inflasi Ijazah
Thomas Brandt sebagaimana dikutip Alois A Nugroho, peneliti bisnis dari Jerman, pernah menyatakan bahwa di Indonesia telah terjadi “inflasi ijazah” (1997:211). Apa yang tertulis di sertifikat, diploma, atau ijazah tidak selalu mencerminkan kemampuan pribadi pemegangnya. Dalam konteks ini, upaya untuk memerangi plagiarisme akademis merupakan upaya urgen. Niat untuk meningkatkan kuantitas sarjana, atau bahkan kuantitas guru besar tak perlu ditinggalkan, hanya perlu dilengkapi dengan upaya konkret untuk meningkatkan kualitas.
Pada kenyataannya, argumentasi dalam sebuah proposisi keilmuan memang tidak bisa dikelabui karena bisa diuji melalui ilmu logika. Tetapi proses pemunculan argumentasi itu tidak sulit untuk dimanipulasi. Karena itu, sikap ilmuwan terhadap kebenaran ilmiah jelas membutuhkan tolok ukur lain yang menyangkut kejujuran, moralitas, dan integritas keilmuan seseorang. Benar bahwa masalah kejujuran memang berpulang kepada yang bersangkutan. Kejujuran hanya bisa dinilai oleh mereka yang berhadapan dengan masalah itu. Merekalah yang tahu, apakah mereka menyerahkan sebuah pertanggungjawaban akademik atau tidak.
Para guru seharusnya jujur karena mereka mengawasi tindakan moralitas para anak didiknya. Dosen seharusnya juga jujur, karena dirinya berhadapan dengan sistem pertanggungjawaban akademik yang menginginkan adanya kejujuran. Jika kemudian dilanggar, apakah lagi yang harus dipertahankan? Bagaimana mereka akan mempertahankan moralitas akademik, jika mereka sendiri tidak mampu melakukannya?
Figur Mulia
Kasus plagiarisme di kampus dan sekolah-sekolah harus segera diselesaikan. Apalagi figur pendidik selama ini dikenal mulia hingga digelari pahlawan tanpa tanda jasa. Kita tak ingin akibat segelintir orang, masyarakat tidak lagi percaya kepada pendidik dan guru. Mau jadi apa bangsa ini jika tidak percaya lagi pada pendidik? Saat ini para anggota Dewan Perwakilan Rakyat sedang berusaha menaikkan tunjangan bagi guru-guru. Namun disayangkan, ada segelintir oknum pendidik yang malah melakukan plagiarisme. Hal ini sangat memalukan.
Semakin terbukanya tindakan tidak bermoral dalam dunia pendidikan menjadikan kita menjadi miris, karena sesungguhnya pendidikan adalah langkah awal untuk membenahi negeri ini. Kita berharap bahwa dunia pendidikan adalah dunia yang paling murni dan bisa menjadi harapan untuk menyediakan pembaruan yang lebih memadai. Kita berharap bahwa dunia pendidikan akan memberikan masukan berupa sumber daya manusia yang berkualitas untuk dapat memberikan warna baru pada negeri ini.
Pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menyatakan bahwa, pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sayangnya, tujuan mulia tersebut masih jauh dari kenyataan. Harapan untuk membentuk manusia yang beriman dan berilmu gagal karena para pendidik (guru dan dosen) menjadi salah satu sumber kelakuan tidak terpuji. Bahkan mereka sendiri melakukan tindakan yang menjadi contoh tindakan pelanggaran tersebut.
Kasus plagiarisme di atas adalah pelajaran pahit dan berharga bagi para akademisi agar tak mengulangi perbuatan serupa. Dunia pendidikan harus mencegah jangan sampai kasus seperti terus berulang. Perlu ada sanksi tegas bagi para plagiator untuk memberi efek jera. Penting pula, penegakan budaya akademik dalam skala yang lebih luas. Dunia pendidikan kita harus serius berbenah. Jika tidak, maka negeri ini tidak lagi memiliki garda pengawal moralitas negeri.

Posted in http://harianjoglosemar.com/berita/plagiarisme-dunia-akademik-9719.html | Leave a comment

Bahasa tubuh…

Bahasa Tubuh
Memahami Kepribadian dan Pikiran
Orang Lain


Bahasa tubuh adalah bentuk komunikasi pesan nonverbal (tanpa kata-kata).
Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan
yang disampaikan dalam bentuk isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata,
sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan
gerakan tubuh (Wikipedia.com). Pada umumnya orang tidak menyadari pentingnya
bahasa tubuh, namun berbagai pengalaman orang-orang sukses dan kajian ilmiah telah
menjelaskan bahwa bahasa tubuh penting untuk dipelajari. Menurut pakar komunikasi
Allan dan Barbara Pease dalam “The Definitive of Body Languanger” mengungkapkan
bahwa seseorang yang melipat tangan ketika mendengar orang lain berbicara
sebenarnya sedang mengirim pesan bahwa dia tertarik untuk mendengarnya.
Menurutnya “When you see take the arms-crossed position, it’s reasonable to assume
that you may have said something with which they disagree. It may be pointless
continuing your of argument even though the person could verbally agreeing with you.
The fact is that body language is more honest that words”. Dalam sebuah riset yang
dilakukan di tahun 1989 terhadap 1500 mahasiswa untuk mengikuti sebuah kuliah.
Mahasiswa dibagi dalam 2 kelompok. Dimana kelompok satu saat mengikuti kuliah
diminta untuk tidak melipat tangan dan kaki dan duduk rileks. Sedangkan kelompok
dua, sepanjang kuliah diminta untuk melipat tangan dan kaki. Hasilnya, ternyata
kelompok yang melipat tangan menangkap 38% lebih sedikit materi kuliah
dibandingkan dengan kelompok yang tidak melipat tangannya.
Buku yang berpengaruh secara teknis mengenai bahasa tubuh sebelum abad ke
20 adalah karya Charles Darwin (1872) yang berjudul The Expression of The Emotions
in Man and Animals. Dari buku ini muncul kajian tentang makna ekspresi wajah, bahasa
tubuh dan gagasan lainnya berkaitan dengan isyarat dan simbol. Saat menyebut
pemahaman (perceptive) atau intuisi (intuitive) akan mengacu pada kemampuan
seseorang dalam membaca berbagai simbol non-verbal, kemudian membandingkannya
dengan simbol verbal. Hal ini disebut kesadaran pendengar atau cara berhubungan
dengan suatu kelompok.
MEDIASI DAN RESOLUSI KONFLIK

… Fungsi Bahasa Tubuh
Secara umum terdapat lima fungsi pesan nonverbal menurut Mark L. Knapp, Pertama,
repetisi yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disampaikan secara verbal.
Misalnya Anak kecil yang menjawab mau diajak ke Taman Safari akan mengiyakan
sambil melompat senang. Kedua, subtitusi yaitu menggantikan simbol atau lambang
verbal. Misalnya, tanpa mengatakan sepatah katapun, bila seseorang menggelengkan
kepala, maka lawan bicaranya akan tahu bahwa itu sebagai tanda ketidaksetujuan.
Ketiga, kontradiksi yaitu menolak sebuah pesan verbal dengan memberikan makna lain
menggunakan pesan nonverbal. Misalnya seseorang setuju dengan mengiyakan dan
menganggukkan kepala saat diminta mendekat namun sesaat kemudian lari
secepatnya. Bahasa tubuh yang menghindari kontak dengan melarikan diri
menandakan bahwa ia takut, kontradiktif dengan awal pesan verbalnya saat
mengiyakan. Keempat, pelengkap (complement) yaitu melengkapi dan memperkaya
pesan nonverbal. Misalnya air muka yang menunjukkan rasa sakit luar biasa tanpa
mengeluarkan sepatah katapun. Kelima, aksentuasi atau menegaskan pesan nonverbal.
Misalnya, kekesalan terhadap sesuatu diungkapkan dengan memukul lemari.
Menyatakan Emosi
Berkomunikasi dengan bahasa tubuh bermakna lebih dari sekedar kata. Ekspresi
kegembiraan ditunjukkan dengan mengangkat kedua tangan sambil mengepalkannya.
Mengangguk berarti setuju. Memejamkan mata seolah-olah mengerti. Memeluk eraterat
sahabat lama lebih berarti daripada ucapan selamat bertemu. Tepukan bahu
terhadap bawahan Anda setelah sukses lebih penting daripada upacan “selamat dan
sukses” secara formal. Jika Anda menyebut nama seseorang dengan keluh kesah, orang
lain akan tahu bahwa Anda merasa kecewa. Fungsi bahasa tubuh sebagai isyarat emosi
memberikan nilai pesan lebih mendalam dan menghidupkan suasana sekaligus
mendorong orang lain merasakan apa yang Anda rasakan.
Menopang Teks dan Penjelasan
Berbicara saja tidak cukup, tetapi melengkapi dengan gerakan tangan, ekspresi senang,
dan gerakan lain akan lebih memberikan tekanan dan warna tersendiri terhadap pesan
yang disampaikan. Ketika pemimpin menggelorakan semangat untuk sukses dengan
rangkaian kata yang jelas, tapi tidak didukung oleh ekspresi wajah sikap dan gerakan
tubuh akan terasa hambar. Dengan demikian gerakan tubuh akan menjelaskan lebih
dalam maksud yang dibicarakan atau yang ungkapkan melalui teks tertentu. Gerakan
tubuh dapat memberi penjelasan yang lebih dalam dan kuat maknanya dari kata-kata.
Peraturan dalam Berkomunikasi
Bahasa tubuh dapat berfungsi sebagai simbol pembatas antara ungkapan kata-kata,
sikap dengan tindakan lainnya. Bahasa tubuh akan memberikan aturan dan perjanjian
lisan tanpa kata-kata. Jika Anda bertemu sahabat lama yang telah sekian lama tidak
bertemu, mungkin saja dia menarik kening ke atas terhadap senyum yang Anda
berikan, tentu dia mengingat Anda. Kalau Anda berjalan lebih pelan dan melihatnya, dia
akan tahu bahwa Anda mau berhenti untuk becakap-cakap. Pada saat tertentu Anda
melihat orang lain sedang bersedih tetapi saat orang itu melihat Anda langsung dia
senyum. Hal ini mengisyaratkan bahwa orang itu tidak mau bicara tentang
kesedihannya. Dalam pertemuan, Anda mendengarkan paparan orang lain, kemudian
Anda mengerutkan dahi menandakan pertanyaan, atau merasa tidak cocok dengan

KOMUNIKASI NON-VERBAL

gagasannya. Memajukan tubuh ke depan berarti ingin berbicara atau mendengar
dengan penuh perhatian. Bahasa tubuh akan menjadi peraturan tidak tertulis yang
mengorganisir pola hubungan Anda dengan orang lain sehingga menjadi jelas.
Meskipun hal ini sangat dipengaruhi nilai-nilai, norma, kebiasan dan budaya yang
berbeda.
Pengaruh Timbal Balik
Pengaruh timbal balik diantara pihak yang berkomunikasi dapat diungkapkan melalui
bahasa tubuh yang muncul secara sadar atau tidak sadar. Setiap bahasa tubuh yang
diungkapkan akan menimbulkan reaksi atau umpan balik dari orang lain baik
langsung maupun tidak langsung. Misalnya seseorang melihat Anda dengan penuh
perhatian ketika mempresentasikan gagasan baru, tentu orang itu memiliki berbagai
tanggapan atau pertimbangan tentang tawaran yang Anda sampaikan. Bisa menolak,
menerima atau memberikan saran dengan cara tersenyum, menarik badan sedikit ke
depan, berpangku tangan atau memegang dagu. Semua tindakan dan sikap tubuh
seperti itu memiliki makna khusus. Anda berusaha keras menjelaskan hal tertentu
kepada orang lain kemudian mereka melihat keluar jendela, pengaruh arus-balik jelas
bahwa ide Anda tidak menarik atau orang lain tidak cocok dengan ide Anda. Sulit
kalau Anda melihat reaksi ini dan tidak tahu makna bahasa tubuh. Bisa saja ide Anda
memunculkan pertanyaan atau membuat orang berpikir. Kalau Anda lebih jelas
mengenai arti reaksi itu, itu lebih baik. Perlu diingat bahwa reaksi dari bahasa tubuh
tidak selalu bermakna tunggal—tidak menunjukkan arti yang sebenarnya bahkan
dapat menyimpulkan banyak hal. Anda harus berhati-hati dalam menafsirkannya.
Membuka Ruang Komunikasi Pribadi
Setiap orang akan memberikan ruang tertentu terhadap orang lain seolah merasa
satu pribadi. Bahasa tubuh memberi ide atau gagasan tentang sikap, emosi,
perasaan, harapan dan bagaimana cara mengungkapkannya dalam sebuah situasi.
Kemampuan lima indra yang dimiliki dapat mengenali lebih dekat dengan cara
melihat datail wajah, mencium harum badan, mendengar suara, merasakan panas
badan dan menyentuh kulit. Kedekatan semakin kuat jika memberitahukan perasaan
Anda terhadap orang lain melalui indra tertentu. Situasi sangat penting untuk
mengartikulasikan setiap perilaku dan maksud berkomunikasi. Di tempat ramai
dengan hingar bingar musik akan sulit untuk menjelaskan maksud dan tujuan Anda.
Umumnya akan lebih dekat untuk berbicara pada situasi yang sunyi dan nyaman.
Keberadaan orang lain di sekitar Anda kerapkali mengganggu tujuan komunikasi. Hal
ini dikarenakan beberapa alasan menyangkut budaya, nilai-nilai dan kebiasaan.
Semua orang perlu tempat, posisi dan gerak tubuh, jarak dan kedekatan. Memberi
pesan secara jelas melalui perhatian, keterlibatan dan intimitas. Perhatian dan
kekuatan komunikasi akan tergantung pada tempat yang diberikan oleh orang lain.
… Membaca Bahasa Tubuh
Membaca bahasa tubuh merupakan keterpaduan antara keterampilan komunikasi dan
kepekaan terhadap respon yang diberikan. Tidak ada aturan pasti tentang
penggunaan bahasa tubuh terkait dengan emosi tertentu. Bahasa tubuh merupakan
jenis komunikasi yang tidak diungkapkan secara langsung melainkan penggunaan
isyarat dan symbol tertentu yang digunakan dalam komunikasi tatap muka dengan
orang lain. Bahasa tubuh dianggap lebih hebat dari pada kata atau kalimat yang

MEDIASI DAN RESOLUSI KONFLIK

diungkapkan. Bahasa tubuh mampu mengungkapkan banyak hal tentang diri kita
dibanding kata-kata yang diucapkan. Setiap orang dapat belajar bicara fasih dengan
bahasa tubuh agar tidak menyampaikan pesan yang keliru. Berikut ini hal yang perlu
diperhatikan dalam menggunakan bahasa tubuh:
 Mengatur jarak komunikasi antara antara diri Anda dengan orang lain. Jangan
terlalu dekat karena bisa membuat orang merasa lancang dan ambisius. Jangan
terlalu jauh karena bisa diterjemahkan menghindar atau menolak.

Perhatikan sudut tubuh. Tubuh cenderung kedepan, jika merasa orang yang diajak
bicara ramah dan menyenangkan. Menjauh, jika kita merasa orang tersebut
enggan didekati (dingin) dan tidak ramah. Menyilangkan tangan didepan dada
menunjukkan defensif.
 Kontak mata dengan mengajak orang berbicara menunjukkan sikap respek dan
senang. Orang yang terus melihat jam atau melihat sesuatu di tempat yang jauh
menunjukkan tidak mendengarkan atau sibuk berpikir apa yang akan dikatakan
berikutnya.
 Orang yang menghindari dari tatapan mata Anda dapat berarti menunjukkan rasa
pemalu atau menutupi kebohongan.
 Mengatur tingkat percaya diri dapat dilakukan dengan bahasa tubuh tertentu
seperti mengatur kepala dalam posisi tegak lurus. Untuk menunjukkan ramah dan
senang, miringkanlah kepala sedikit ke samping kiri atau kanan.
… Sikap Tubuh
Sikap tubuh menyatakan hubungan seseorang dengan orang lain atau tanggap terhadap
lingkungan. Umumnya orang sadar bahwa sikap tubuh akan memberikan pemahaman
yang lebih dalam terhadap tindakan dan keputusan yang akan di ambil orang lain.
Kerapkali ditemukan sikap orang dalam ketidakpastian, seperti perasaan yang dalam.
Ketegangan mudah terlihat dari tubuh. Ketika tegang, urat-urat menjadi terlalu kuat,
biasanya bahu maju ke depan dan bisa juga seseorang mengalami getaran urat tidak
sadar di daerah muka atau bahu. Jika seseorang memiliki kemampuan memprediksi
akan mudah mengungkapkan bentuk pola sikap yang muncul dan dilakukan secara
bersamaan dalam situasi tertentu. Sikap tubuh digunakan untuk menunjukkan
pemikiran, isyarat, dan keingintahuan lebih jauh tentang pendapat, gagasan, tindakan
dan perilaku pihak lain yang berseberangan. Sikap muncul dapat berupa keengganan
untuk melanjutkan kembali perdebatan atau diskusi yang dapat dipahami oleh orang
lain.
… Mimik Wajah
Mimik wajah sangat menentukan pesan yang disampaikan seseorang dengan
menunjukkan ekspresi muka tertentu. Silvan Tomkins dan Paul Ekman mendalami seni
membaca wajah. Pengetahuan mengenali gerakan otot-otot wajah untuk membaca
emosi dan pikiran seseorang. Tomkins mengajar di Princeton dan menulis buku Affect,
Imagery, Consciousness, sebuah karya tentang ilmu membaca emosi. Ekman bersama
rekannya, Friesen, kemudian membuat sebuah taksonomi untuk mimik wajah. Ada
sekitar 10 ribu mimik wajah yang berasal dari kombinasi 5 otot saja. Tidak semua
kombinasi itu punya makna. Ekman berhasil mendefinisikan sekitar tiga ribu mimik
wajah yang memiliki makna. Dengan melihat sedikit kombinasi gerak otot wajah dapat
dintepretasikan dengan akurat tentang emosi dan pikiran seseorang. Wajah menurut

KOMUNIKASI NON-VERBAL

Ekman menyimpan informasi tentang seseorang. Ekman dan Friesen akhirnya
merangkum semua kombinasi ini—termasuk aturan untuk membaca dan menafsirkan
semua bahasa itu dalam model Facial Action Coding System (FACS).
… Gerakan Tubuh
Gerakan tubuh berbicara tentang orang yang melakukannya. Paul E. Dennison
mengatakan “Gerakan adalah pintu menuju pembelajaran”. Gerakan membangkitkan dan
mengaktifkan kapasitas mental. Gerakan menyatukan dan menarik informasi baru ke
dalam jaringan neuron. Gerakan sangat vital bagi semua tindakan untuk mewujudkan
dan mengungkapkan pembelajaran, pemahaman dan eksistensi diri. Melalui gerakan
tubuh dapat membantu pendengar untuk membuat visualisasi kata-kata Anda. Gerakangerakan
perlu cocok dengan kata-kata. Apabila ingin mulai berbicara untuk memotivasi
orang lain secara kuat dengan gerakan akan menjadi kuat juga. Jika, Anda ingin
menyatakan keraguan dengan kata-kata, gerakan juga menjadi lebih mutlak. Gerakan
tubuh tidak harus terlihat seperti gelisah. Gerakan yang tidak tentu arah biasanya tidak
memberikan hal yang baik dalam hal memancarkan kepribadian. Seringkali seseorang
belum selesai dengan gerakan tubuh kemudian berhenti. Hal seperti ini dapat muncul
dalam diri seseorang yang sebelumnya tidak sadar dengan gerakan yang dilakukannya.
Kemudian setelah sadar Ia menjadi malu dengan gerakan tubuhnya. Misalnya seseorang
berbicara dengan telapak tangan di depan mulut. Bahasa tubuh tidak selalu bermakna
tunggal. Misalnya membalik rambut dengan tangan secara cepat dan keras, mungkin
merasa tidak enak. Misalnya pendengar berubah dari yang semula duduk maju ke depan
dengan kedua lengan di atas meja menjadi menarik tubuh ke belakang dan
menyilangkan tangan di dada, mungkin dia tidak cocok dengan kata kata Anda atau
merasa sepertinya Anda menyerangnya.
… Penafsiran Simbol dan Isyarat Tubuh
Isyarat membentuk sebuah penafsiran yang kuat. Konflik antarisyarat memberikan
pengetahuan tentang kurangnya kredibilitas orang dalam menentukan penafsiran.
Hubungan antara satu isyarat dengan isyarat lain merujuk kepada sebuah kesimpulan.
Menyimpulkan berdasarkan satu isyarat saja akan berpeluang terjebak dalam kesalahan
penafsiran. Keselarasan dalam memahami simbol atau isyarat tubuh dapat dikoreksi
secara eksternal dengan ucapan. Dalam hal ini ucapan sebagai pendukung dalam
membentuk pengertian baru. Keselarasan antarisyarat dengan ucapan merupakan kunci
untuk mendapatkan penafsiran akurat. Semua gerak isyarat harus dihubungkan dengan
situasi saat peristiwa itu berlangsung. Kesesuaian antar isyarat dengan situasi saat
terjadinya isyarat tersebut menjadi kunci untuk mendapatkan penafsiran yang benar.
Status, kekuasaan atau prestise seseorang berbanding terbalik dengan jumlah gerak
isyarat yang dipergunakan. Kecepatan beberapa isyarat dan seberapa jelas
pengertiannya sangat berhubungan dengan usia. Seperti seorang anak kecil berusia 5
tahun berbohong kepada orang orang tua, ia akan segera menutup mulut dengan tangan
setelah berbicara. Isyarat menutup mulut juga dilakukan seorang remaja yang
berbohong dengan variasi tangan menyentuh sebagian mulut. Orang dewasa berbohong
terlihat dari tangan yang menutupi mulut dengan variasi kemudian saat terakhir
tangannya ditarik menghasilkan gerakan isyarat menyentuh hidung. Gerak isyarat
berbohong pada orang dewasa, tidak lain versi canggih dari gerak isyarat berbohong
anak-anak. Keselarasan antar isyarat, kesesuaian isyarat dengan situasi, kejelasan fisik,
dan kejelasan status kekuasaan merupakan empat pedoman memahami bahasa tubuh
manusia.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

sehat tanpa Obat…

Faktor-Eaktor Kesehatan.. :

Banyak orang berpikir bahwa sehat adalah tidak sakit, maksudnya apabila tidak ada gejala penyakit yg terasa berarti tubuh kita sehat. Padahal pendapat itu kurang tepat. Ada kalanya penyakit baru terasa setelah cukup parah, seperti kanker yg baru diketahui setelah stadium 4. Apakah berarti sebelumnya penyakit kanker itu tidak ada? Tentu saja ada, tetapi tidak terasa. Berarti tidak adanya gejala penyakit bukan berarti sehat.

Sesungguhnya sehat adalah suatu kondisi keseimbangan, di mana seluruh sistem organ di tubuh kita bekerja dengan selaras. Faktor-faktor yg mempengaruhi keselarasan tersebut berlangsung seterusnya adalah:

  1. Nutrisi yang lengkap dan seimbang
  2. Istirahat yang cukup
  3. Olah Raga yang teratur
  4. Kondisi mental, sosial dan rohani yang seimbang
  5. Lingkungan yang bersih

Apabila salah satu saja dari kelima faktor ini tidak tercukupi, akan membuat keseimbangan kinerja organ tubuh terganggu. Sesungguhnya tubuh memiliki mekanisme otomatis untuk mengembalikan keseimbangan kesehatannya , akan tetapi apabila hal ini berlangsung terus-menerus atau kekurangan tersebut dalam jumlah yg cukup besar, maka tubuh tidak mampu mengembalikan keseimbangan, dan hal inilah yg kita sebut sakit.

Istimewanya tubuh manusia, walaupun dalam kondisi sakit tubuh tersebut tetap dapat memulihkan dirinya sendiri. Untuk itu perlu dibantu dengan memberikan nutrisi dalam jumlah yang memadai secara lengkap ditambah dengan istirahat yang cukup. Dalam keadaan ini obat bukanlah faktor utama pemulihan, karena ada sebagian orang yg dapat pulih dari sakit tanpa bantuan obat, seperti misalnya penderita flu dan pilek. Obat dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala, tetapi penggunaannya tidak boleh berlebihan dan harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Posted in Uncategorized | Leave a comment